A. Pengertian
Psikologi Faal
Psikologi faal adalah ilmu psikologi yang mempelajari perilaku manusia yang berkaitan dengan
fungsi dan kerja alat-alat tubuh. Hal ini artinya kondisi tubuh dan kerja
alat-alat tubuh sangat mempengaruhi perilaku manusia yang meliputi kemampuan
kognisi, afeksi, dan konasi.
Dalam perkembangan ilmu psikologi faal di dunia
barat bernama Biopsikologi, dalam
kajiannya biopsikologi memiliki lima bagian utama, yaitu:
·
Physiological Psychology
Manipulasi sistem saraf
dengan menggunakan operasi, terapi elektrik dan kimiawi.
·
Psychoparmacology
Bagian dari
biopsikologi yang melakukan manipulasi sistem saraf dengan penggunaan media
kimia atau dengan obat-obatan.
·
Neuropsychology
Mempelajari kemunduran
perilaku akibat kerusakan otak manusia.
·
Psychopsiology
Mempelajari bagaimana
perubahan kondisi fisiologis dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia.
·
Comparative Psychology
Cenderung menggunakan
pendekatan biologis daripada menggunakan pendekatan mekanisme sistem saraf.
B. Asal-usul
Munculnya Biopsikologi
Psikologi, sebagai studi saintifik proses mental,
dapat dianggap sebagai sub-bidang neirosains, walaupun beberapa teori pikiran
atau tubuh tidak setuju dengan hal ini-menurut mereka, psikologi adalah studi
proses-proses mental yang dapat dimodelkan dengan berbagai macam
prinsip-prinsip dan teori-teori abstrak, seperti psikologi perilaku dan
kognitif tradisional, dan itu tidak berhubungan dengan proses-proses saraf.
C. Sejarah
Bopsikologi
Psikologi sebagai bagian dari ilmu faal muncul pada abad 19 seiring dengan
kemajuan ilmu alam (natural science) . Pada fase ini pemikiran tentang manusia
terus berkembang dan banyak dilakukan eksplorasi fisiologis manusia secara
empiris. Konteks keilmuan abad 19:
·
Riset empirik yang banyak dilakukan pada bidang
fisiologis mencakup: aktivitas syaraf, sensasi/penginderaan, dan fisiologis
otak. Hasil riset pada ketiga bidang ini sangat signifikan membuka wawasan
mengenai manusia sehingga memperkuat pandangan para ilmuwan saat itu akan
pentingnya strategi empiris yang sistematis dalam setiap bidang keilmuan.
·
Bagi psikologi hasil-hasil ini memberi jalan untuk
membangun dasar fisiologis bagi operasi-operasi mental. Penting untuk memahami
secara logis dan empiris mengenai aktivitas mental itu sendiri
·
Menjelaskan posisi ilmu psikologi modern yang dekat
dengan bidang kedokteran dan psikiatri.
Francis Bacon (1561-1626), menganjurkan metode induktif sebagai metode
utama dalam science karena berangkat dari hasil observasi terhadap sesuatu yang
nyata. Dengan demikian ia menantang pendapat Aristoteles dan the Scholastic
bahwa metode deduktif – induktif sama kuatnya. Dalam konteks seperti di ataslah
dikatakan bahwa Bacon ‘tidak setuju’ dengan rasionalisme yang spekulatif,
meskipun idenya sendiri juga sangat rasional. Dengan kembali pada fakta yang
nyata, Bacon berharap science dapat terbebas dari prinsip-prinsip yang
spekulatif namun selama ini sangat kuat dipegang. Ada 3 pergerakan utama di
bidang science yang mempengaruhi berdirinya psikologi sebagai ilmu mandiri dan
bagaiamana perkembangan disiplin ilmu itu di abad 20 :
1.
Fisiologis
Kemajuan-kemajuan di bidang fisiologis, meliputi riset-riset di bidang
aktivitas syaraf , sensasi, dan otak yang memberi dasar empiris bagi
fungsi-fungsi yang sebelumnya dianggap fungsi dari soul (jiwa), yang juga
sebelumnya dianggap sangat abstrak.
Tokoh-tokoh penting :
·
Charles Bell-Francoise
Magendie: fakta bahwa syaraf sensoris dan motorik beroperasi secara terpisah dan
searah. Mengikis anggapan bahwa syaraf manusia mencover keduanya,
mengkomunikasikan informasi motorik kepada urat syaraf melalui ‘getaran’ yang
diperoleh dari informasi sensoris.
·
Johannes Mueller: lebih
menekankan pada proses transmisi syaraf. Doctrine of Specific Nerve Energies:
transmisi syaraf adalah proses yang menjembatani antara sensed object dengan
mind. Maka awareness manusia, bukan semata-mata disebabkan oleh objek tertentu,
juga bukan karena jiwa, tapi diperantarai oleh proses transmisi syaraf.
Pandangan ini melengkapi penjelasan ttg peran mind dan consciousness (cogito
ergo sum) dan menjadi dasar bagi penelitian mengenai lokasi spesifik dari
fungsi tertentu di otak.
·
Marshall Hall: refleks
dikomandoi oleh syaraf tulang belakang (spinal cord) dan bukan syaraf batang
otak. Mendiferensiasikan gerakan tubuh ke dalam 4 kelompok : voluntary
movement, respiratory movement, involuntary movement, dan refleks. Pandangannya
ini memicu diskusi mengenai kesadaran yang sangat relevan bagi perkembangan
psikologi.
·
Paul Broca (1824
– 1880), menemukan pusat Broca yang mengendalikan aktivitas bicara. Ia
merupakan tokoh penting dalam studi fisiologis otak. Studi ini berkembang dari
phrenology (Gall & Spurzheim), satu-satunya pendekatan yang waktu itu
berfokus pada otak . Fokus utama dari eksplorasi fisiologis otak adalah untuk
menemukan lokasi fisiologis dari bagian-bagian mental, bagian tertentu dari
otak yang merupakan central dari aktivitas mental manusia.
·
Pierre Flourens (1794-1867),
mencoba pendekatan dengan bukti non-pathological (melengkapi Broca), menemukan
pusat-pusat penting dari otak yaitu :
a. Cerebral hemisphere : willing,
judging, memory, seeing, and hearing
b. Cerebellum : motor coordination
c. Medulla oblongata: mediation of
sensory and motor function
d. Corpora quadrigemina : vision
e. Spinal cord : conduction
f. Nerves : excitation
Para ahli yang bersibuk diri dengan studi fisiologis dari sensasi, berusaha
menguraikan anatomi dari reseptor indrawi dan menganalisis pengalaman
psikologis yang dihasilkan berdasarkan proses fisiologisnya. Tokoh : Thomas
Young (1773-1829) : trichromatic theory, Jan Purkinje (1787-1869) : hubungan
sistematis antara struktur mata dan syaraf ke otak untuk menjelaskan perceptual
error.
2. Psikofisiologis
Psychophysics, adalah
bagian dari disiplin ilmu fisiologi yang memfokuskan pada subjective experience
dalam mempelajari hubungan antara stimulus fisik dan sensasinya. Sensasi yang
dirasakan oleh pancaindera manusia dipandang sebagai refleksi hubungan
soul-body dan tidak semata-mata dijelaskan dari sudut anatomi atau fisik saja.
Psychophysics merupakan tahap transisi yang krusial antara bidang fisiologis
dengan awal pemunculan psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu. Oleh karena itu
para tokoh psychophysics dapat dianggap sebagai tokoh pendiri psikologi.
Tokoh-tokoh penting :
·
Gustav Theodor Fechner :
hubungan antara sensasi dan persepsi, menganggap psikofisik sebagai sebuah ilmu
eksak untuk menjelaskan hubungan antara body and mind. Ia tidak setuju dengan
materialism, yaitu bahwa mind harus selalu diwujudkan dalam bentuk nyata baru
bisa diteliti, sebaliknya ia berpegang pada tradisi pemikiran Jerman dimana
mind diangagp sebagai sesuatu yang aktif dan memiliki struktur secara mandiri.
Ia mengajukan ilmu empiris tentang mind dimana meningkatnya bodily and sensory
stimulations dianggap sebagai indicator atau measurement untuk intensitas
pengalaman mental. Konsep utama : ambang atau threshold. (absolute threshold,
just noticeable threshold).
·
Hermann von Helmholtz (1821-1894)
Seorang pelopor psikologi eksperimen, banyak menggunakan waktu reaksi dalam
penelitiannya, merupakan sesuatu yang masih banyak digunakan dalam psi
eksperimen sampai sekarang. Konsepnya : unconscious inference :
penyimpulan hasil persepsi manusia diperoleh berdasarkan proses yang berulang
sehingga akhirnya menjadi sesuatu yang tidak disadari ,‘irresisitible’,
sekali terbentuk sulit secara sadar untuk dimodifikasi, dan digeneralisasi kepada stimulus
yang mirip di lingkungan. Konsep penting lain : unbewusster schluss
Para tokoh psychophysics menunjukkan area studi yang tidak dengan mudah
diakomodasi dalam ilmu fisika, fisiologis, atau filosofi. Area studi inilah
yang berkembang menjadi obyek studi psikologi.
3.
Evolusi
Evolusi, yang
dikemukakan oleh Charles Darwin (1809-1882) merupakan titik penting dalam
pemikiran mengenai manusia karena mengajukan ide bahwa keberadaan manusia
merupakan bagian dari proses adaptasi makhluk hidup dengan alam, manusia bukan
secara spesial diciptakan dan dengan demikian perbedaannya dengan makhluk lain
hanya bersifat gradual, bukan kualitas. Pandangan ini penting dan relevan
sekali bagi perkembangan psikologi, terutama memberikan ide mengenai individual
difference, perbedaan antar individu juga sifatnya hanya gradual, bukan kualitas.
Tokoh penting :
·
Francis Galton (1822
– 1911) : dikenal sebagai bapak psikologi eksperimental Inggris. Menampilkan
aspek praktikal dan kegunaan dari teori evolusi Darwin, mentransfer teori
Darwin dari konteks biologis ke dalam konteks perbaikan dalam masyarakat.